Apotek Miami (Minimarket Vegan) – Satyawira Medical Center

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kuartet Nabati VII. Pusat Makanan Sehat Organik & Natural


Tinggalkan komentar

12 Studi menunjukan Lemak Jenuh bukan hanya bahaya terhadap Jantung

12 Studi menunjukan Lemak Jenuh Bukan hanya bahaya terhadap Jantung

Penelitian menunjukkan bahwa menghindari lemak jenuh adalah cara terbaik untuk menjaga kesehatan jantung Anda, meskipun membingungkan temuan dalam  studi baru BMJ.

Pengaturan selain lemak jenuh ditemukan terutama dalam daging dan produk susu-dapat juga menurunkan risiko obesitas, diabetes, kanker, penyakit Alzheimer, dan kematian dini, serta masalah kesehatan lainnya. Mengikuti hanya selusin dari banyak penelitian  menunjukkan mengapa menghindari lemak jenuh adalah pilihan yang cerdas untuk menjaga kesehatan yang baik.
1. 
Susu Meningkatkan Risiko Kematian dari Kanker Prostat: lemak jenuh dalam produk susu dapat meningkatkan risiko kematian akibat kanker prostat, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Cancer.
2. Diet tinggi lemak memperlambat Metabolisme: Diet tinggi lemak dapat mengubah bagaiman cara tubuh anda memproses nutrisi, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Obesity.
3.
Lemak dihubungkan dengan resiko kanker payudara:tinggi lemak, diet tinggi kolesterol meningkatkan risiko kanker payudara, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan Breast Cancer Research and Treatment.
4.
Diet tinggi lemak : meningkatkan risiko kanker payudara: wanita yang makan diet tinggi lemak dan peningkatan lemak jenuh berisiko terkena kanker payudara, menurut sebuah studi yang diterbitkan oleh National Cancer Institute.

5. Kesehatan Otak yang lebih baik dengan mengurangi lemak Jenuh: mengurangi konsumsi lemak jenuh dan trans mengurangi risiko penyakit Alzheimer dan demensia, menurut review yang diterbitkan dalam Neurobiology of Aging.
6. Diet l
emak  terkait dengan kanker dan kematian dini : diet tinggi lemak jenuh dan gula dapat meningkatkan risiko kematian akibat kanker pencernaan, termasuk perut dan kerongkongan, menurut American Institute for Cancer Research Annual Research Conference.
7. Diet rendah lemak jenuh
meningkatkan fungsi insulin : diet rendah rendah jenuh, diet tinggi serat membantu sensitivitas insulin, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Diabetes Care.
8. Diet t
inggi lemak : meningkatkan protein otak dihubungkan penyakit Alzheimer: diet tinggi lemak, tinggi indeks glisemik meningkatkan konsentrasi protein dalam otak yang terkait dengan penyakit Alzheimer, menurut sebuah studi yang diterbitkan oleh American Medical Association.
9.
Masalah lemak untuk Diabetes Tipe 1: Makanan berlemak cenderung meningkat gula darah bagi penderita diabetes tipe 1, menurut sebuah studi yang diterbitkan oleh American Diabetes Association.
10. Intake t
inggi lemak dan Susu dikaitkan dengan kematian: Wanita yang mengkonsumsi produk susu yang tinggi lemak beresiko meninggal selama 12 tahun follow-up, dibandingkan dengan mereka yang mengkonsumsi sedikit, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan oleh National Cancer Institute.
11.
Ya, Memutuskan makanan berlemak benar-benar  membantu anda menurunkan berat badan: Diet total rendah lemak menyebabkan menurunkan jumlah berat badan, dibandingkan dengan diet tinggi lemak, menurut review baru yang diterbitkan dalam British Medical Journal.
12.
Penurunan kognitif Terkait dengan diet lemak : Makanan berlemak dimakan selama setengah baya dapat mempercepat penurunan kognitif di kemudian hari, menurut penelitian dari Harvard Nurses ‘Health Study.

——————————————————————–

These 12 Studies Show Saturated Fat Is Not Just a Heart Hazard

Research clearly shows that avoiding saturated fat is the best way to keep your heart healthy, despite confusing findings in a new BMJ study.

Setting aside saturated fat—found primarily in meat and dairy products—can also decrease your risk for obesity, diabetes, cancer, Alzheimer’s disease, and early death, among other health issues. Following are just a dozen of the many studies showing why avoiding saturated fat is a smart choice for maintaining good health. Sign up for our Breaking Medical News to get the latest research on these and other nutrition and health topics.

sat-fat-heart-risks

  1. Dairy Increases Risk for Death from Prostate Cancer: The saturated fat in dairy products may increase your risk of death from prostate cancer, according to a study published in the International Journal of Cancer.
  2. High-Fat Diet Slows Metabolism: A high-fat diet may change how your body processes nutrients, according to a study published in Obesity.
  3. Fat Linked to Breast Cancer Risk: A high-fat, high-cholesterol diet increases the risk for breast cancer, according to a study published in Breast Cancer Research and Treatment.
  4. A High-Fat Diet Increases Risk of Breast Cancer: Women who eat diets high in fat and saturated fat increase their risk of developing breast cancer, according to a study published by the National Cancer Institute.
  5. Better Brain Health with Less Saturated Fat: Reducing consumption of saturated and trans fats reduces the risk of Alzheimer’s disease and dementia, according to a review published in Neurobiology of Aging.
  6. Fatty Diets Linked to Cancer and Early Death: Diets high in saturated fats and sugar may increase your risk of death from gastrointestinal cancers, including stomach and esophageal, according to a presentation at the American Institute for Cancer Research Annual Research Conference.
  7. Low-Saturated-Fat Diet Improves Insulin Function: Eating a low-saturated-fat, high-fiber diet helps with insulin sensitivity, according to a study published in Diabetes Care.
  8. High-Fat Diet Boosts Brain Proteins Linked to Alzheimer’s Disease: A high-fat, high-glycemic-index diet increases the concentration of proteins in the brain that are linked to Alzheimer’s disease, according to a study published by the American Medical Association.
  9. Fat Matters for Type 1 Diabetes: Fatty foods tend to increase blood sugars for people with type 1 diabetes, according to a study published by the American Diabetes Association.
  10. High-Fat Dairy Intake Linked to Mortality: Women who consumed the most high-fat dairy products were more likely to die during a 12-year follow-up, compared with those who consumed the least, according to a study published by the National Cancer Institute.
  11. Yes, Cutting Fatty Foods Really Does Help You Lose Weight: Diets lower in total fat led to lower total body weights, compared with diets higher in fat, according to a new review published in the British Medical Journal.
  12. Cognitive Decline Associated with Fat Intake: Fatty foods eaten during midlife may hasten cognitive decline in later life, according to research from the Harvard’s Nurses’ Health Study.

Referensi : http://www.pcrm.org/nbBlog/index.php/these-12-studies-show-saturated-fat-is-not-just-a-heart-hazard

Baca lebih lanjut

Iklan


Tinggalkan komentar

Tips Menurunkan Tekanan Darah

Sekitar 60 persen penderita diabetes tipe 2 mengalami hipertensi. Penderita hipertensi dan diabetes berisiko lebih besar mengalami penyakit kardiovaskular dan ginjal. Anda bisa menurunkan risiko dengan menjaga tekanan darah dalam rentang normal. Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan tekanan darah:

BERHENTI MEROKOK

Merokok mengurangi suplai oksigen ke organ-organ tubuh, meningkatkan kadar kolesterol dan meningkatkan tekanan darah. Karena itu, berhenti merokok merupakan langkah utama dalam mengontrol tekanan darah dan diabetes.

TURUNKAN BERAT BADAN

Pengurangan berat badan berkaitan dengan penurunan tekanan darah. Anda bisa menurunkan berat badan dengan mengurangi asupan lemak dan kalori, serta berolahraga secara teratur. Diet tinggi lemak secara otomatis akan menambah konsumsi makanan dan total energi dan akan berkurang jika diet Anda rendah lemak. Olahraga tidak mempunyai efek terlalu besar dalam menurunkan berat badan. Akan tetapi, olahraga (30-45 menit sehari) bagus untuk meningkatkan sensitifi tas insulin, mengurangi kadar glukosa darah dan mempertahankan berat badan dalam jangka panjang.

MODIFIKASI DIET Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

4 Kelompok Makanan Baru (Diet Kuartet Nabati)

Mengingat dampak kurang baik dari makanan yang berasal dari hewan, serta keunggulan makanan dari nabati, maka PCRM, telah memperkenalkan suatu pola makanan sehat yang disebut The New Four Food Group (Kuartet Nabati) sebagai konsep nutrisi dimasa mendatang, dan konsep tersebut telah direkomendasi oleh Asosiasi Ahli Gizi Amerika dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kuartet Nabati tersebut telah memenuhi kebutuhan akan nutrien yang terdiri dari: karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, serat dan air. Dengan menkonsumsi 2-3 macam sayuran, 2-3 jenis buah, anggota palawija, dan 1-2 jenis kacang-kacangan setiap harinya. Komposisi tersebut dinamakan “Pyramid Food” yang terdiri dari : Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Diet Rendah Protein & Penggunaan Protein Nabati Pada Penyakit Ginjal Kronik

PGK

Triyani Kresnawan*, HMS Markun**

*Ahli Gizi Instalasi Gizi RSCM Jakarta

**Divisi Ginjal Hipertensi Bag. Penyakit Dalam FKUI-RSCM

Pada Diet Rendah Protein, sumber protein sebagai lauk pauk tidak hanya bersumber dari protein hewani, dapat digunakan hasil olahan kedelai untuk pengganti protein hewani sebagai variasi menu atau untuk penganut vegetarian dengan memperhatikan segala kelebihan dan kekurangan. Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Dampak Makanan Pada Penyakit Degeneratif

DAMPAK MAKANAN PADA PENYAKIT DEGENERATIF

oleh:

dr. Hariyono Sp. PD

Saat ini kita dihadapkan pada masalah baru dalam bidang kesehatan, yaitu masalah penyakit degeneratif seperti: diabetes melitus, dislipidemia, obesitas, hipertensi, stroke, dll terutama penyakit kardiovaskular yang semakin meningkat di samping penyakit infeksi yang belum teratasi. Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Benarkah Vegetarian Kurang Gizi ?

Oleh dr. Lusia Anggraini

Sehat dari Makanan

Banyak orang berpendapat dengan berolah raga dapat membuat tubuh menjadi sehat dan kuat. Hal ini memang ada benarnya. Tapi coba simak sebuah kasus yang pernah terjadi. Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Susu Formula Dan Angka Kematian Bayi

Temuan para peneliti dari Institut Pertanian Bogor tentang adanya kontaminasi pada produk susu formula dan makanan bayi membuat banyak kalangan, terutama ibu-ibu, panik. Baca lebih lanjut